Kamis, 03 November 2011

It's not about OUTCOMES, it's about HOW WELL you do it in the PROCESS


Adakah seseorang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya?

Mungkinkah seseorang hidup tanpa ada suatu hasil yang ingin ia capai?

Saya yakin manusia selalu hidup dengan tujuan-tujuannya. Setiap orang selalu berusaha untuk mencapai hasil-hasil yang dia inginkan. Bukan begitu?
Saat Kita ingin bangun pagi lebih awal agar berangkat beraktivitas lebih pagi dan tiba di tempat kerja lebih awal, bukankah ini sebuah tujuan? Saat Kita fokus menghasilkan kinerja terbaik untuk mencapai puncak karir atau saat Anda rajin beribadah dan bersedekah untuk mengharapkan ridhaNya, bukankah ini juga sebuah tujuan?

Tujuan Bill Gates drop-out dari Harvard University karena ia ingin fokus dalam pengembangan operating system yang ia lakukan di garasi rumahnya. Thomas Alfa Edison harus rela mengalami kegagalan hingga 99 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu untuk memenuhi tujuannya menerangi dunia. Apabila Soichiro Honda melupakan tujuannya untuk mengembangkan mesin piston dan menyerah dengan tantangan yang ia hadapi yaitu pabriknya 2 kali hancur terkena bom saat perang dunia ke II dan pabrik ketiga hancur karena gempa bumi, mungkin saat ini dunia tidak bisa menikmati hasil karya Honda Corporation. Bunda Theresa menyerahkan hampir seluruh hidupnya untuk mewujudkan tujuannya yaitu membantu dan memberi dukungan kepada kaum papa di India. Dan banyak lainnya.

Bila Kita lihat keberhasilan petinju Indonesia Chris John meraih Super Champion dengan mempertahankan gelarnya 13 kali berturut-turut, keberhasilan pejuang hak asasi manusia asal Myanmar Aung San Su Kyi serta Nelson Mandela untuk tetap bertahan dalam perjuangan menegakkan keadilan walau harus berada di pengasingan dan tahanan rumah, keberhasilan Walikota Solo Joko Widodo memindahkan dan menertibkan pedagang kaki lima yang telah bertahun-tahun berjualan ke area perdagangan yang baru tanpa ada sedikit pun protes dan bentrokan fisik, keberhasilan Presiden Barack Obama menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat pertama, dan banyak lainnya tentu diraih melalui upaya-upaya terus menerus untuk meraih tujuan-tujuan mereka,bukan?

Tujuan adalah titik awal sedangkan hasil adalah titik akhir. Untuk berangkat dari titik awal menuju titik akhir terbentang sebuah perjalanan yang harus dilalui. Ini dinamakan sebuah PROSES.  Setiap hasil yang ingin dicapai yang awali oleh sebuah tujuan tentu membutuhkan proses untuk mencapainya. Berhasil tidaknya serta cepat lambatnya seseorang mencapai hasil-hasil yang menjadi tujuan-tujuannya amat ditentukan oleh seberapa baik dan efektifkah upaya-upaya yang dilakukan sepanjang prosesnya. Inilah yang terpenting.

Menaruh fokus pada proses menjadi sangat penting untuk memastikan hasil-hasil yang diinginkan tercapai. Karena hanya dengan proseslah sebuah hasil bisa diraih. Bukan sekedar proses, namun proses yang berkualitas. Jadi fokus pada hasil tanpa sebuah proses yang berkualitas tentunya adalah impian disiang bolong.

Proses pun bukan hanya diisi dengan upaya-upaya yang efektif namun juga dengan nilai-nilai positif, profesionalitas dan beretika. Dengan mengisi proses dengan upaya-upaya yang efektif dan mengedepankan nilai-nilai maka pencapaian hasil menjadi begitu bermakna, bukan begitu?
Bukan hanya bermakna bagi diri kita tetapi juga menjadi pembeda dan memberi alasan yang kuat bagi kesan positif bagi orang lain kepada diri Kita. Kesan positif tentu menjadi pengaruh luar biasa bagi kepercayaan orang lain bagi diri Kita, bukan?

Ingatlah pada outcome, namun taruhlah fokus pada proses”. Senantiasa mengingat outcome yang ingin dicapai bisa memberi semangat dan motivasi bagi Kita dalam proses pencapaian. Mengingatoutcome juga membantu Kita memastikan bahwa apa yang Kita lakukan dalam prosesnya masih berada pada track yang sesuai menuju outcome. Namun menaruh fokus lebih banyak pada outcomedibanding pada proses membuat Kita mengeyampingkan pentingnya sebuah proses.

Saat Anda menjani proses dengan baik, efektif, berkualitas, menjaga nilai-nilai positif dan etika maka Anda telah memenangkan satu babak penting dalam pencapaian outcome. Saat proses yang berkualitas ini ditiadakan dengan hanya mengandalkan proses yang menghalalkan segala cara dan mengeyampingkan kualitas dan moral, maka Kita sesungguhnya telah mengalami Kekalahan. Karena Kemenangan sesungguhnya adalah pencapaian outcome disertai proses yang berkualitas disertai nilai-nilai dan etika. Inilah Kemenangan Sejati.

Namun Kemenangan Sejati bukanlah yang paling tinggi, walaupun kemenangan ini adalah hal terpenting. Jikalau suatu ketika Kita telah menjalani proses dengan begitu baik, mengeluarkan yang terbaik dalam diri Kita, mengedepankan nilai-nilai positif dan etika, namun outcome belum berhasil Kita raih. Sesungguhnya Kita adalah performer sejati dan pantas meraih predikat Excellence PerformanceMeraih Excellence Performance sama tegaknya, sama terhormatnya dan sama tingginya dengan meraih Kemenangan Sejati.

Meraih outcome memang penting, namun yang jauh lebih penting lagi adalah bagaimana mengisi prosesnya dengan hal-hal yang baik, efektif, memberi nilai tambah, dilandasi nilai-nilai positif serta mengedepankan etika dan profesionalitas. Jadi mencapai outcome hanyalah Bonus dari sebuah proses yang baik dan mengedepankan nilai-nilai positif. Perbaikan dan penyempurnaan proses niscaya semakin memudahkan Kita meraih apapun outcome yang diinginkan.

Yang Kita butuhkan adalah merubah mindset, bukan begitu?
(Rezi Arlansyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.